Industri baja Indonesia terus menunjukkan perkembangan positif dengan dibukanya sejumlah pabrik baja baru yang siap meningkatkan kapasitas produksi nasional. Saat ini, kapasitas terpasang crude steel nasional mencapai 21 juta ton dan ditargetkan meningkat menjadi 27 juta ton pada 2029. Ekspansi ini menjadi kabar baik bagi sektor konstruksi dan infrastruktur yang membutuhkan pasokan baja berkualitas dalam jumlah besar.
Pembukaan pabrik-pabrik baru ini diharapkan dapat mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi industri baja nasional. Langkah strategis yang diambil antara lain:
Peningkatan Utilisasi Kapasitas
Utilisasi kapasitas industri baja Indonesia saat ini masih di bawah 57%, jauh dari standar ideal sebesar 80%. Dengan hadirnya fasilitas produksi baru, target pemanfaatan kapasitas optimal dapat tercapai lebih cepat.
Peningkatan Utilisasi Kapasitas
Industri baja nasional saat ini hanya mampu memenuhi sekitar 50-60% kebutuhan domestik dari total produksi sekitar 17-18 juta ton per tahun. Pabrik baru akan membantu menutup gap pasokan ini dan mengurangi ketergantungan pada produk impor.
Peningkatan Utilisasi Kapasitas
Indonesia menempati peringkat ke-14 produsen baja dunia dengan total produksi 18 juta ton pada 2024. Ekspansi kapasitas produksi akan memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain utama industri baja di Asia Tenggara dan meningkatkan daya saing di pasar global.