Industri baja nasional menghadapi tantangan serius yang memerlukan dukungan semua pihak untuk memastikan keberlanjutannya sebagai pondasi pembangunan Indonesia. Di tengah persaingan global yang semakin ketat, solidaritas antara pemerintah, pelaku industri, dan konsumen domestik menjadi kunci untuk menyelamatkan industri strategis ini. Tanpa langkah proteksi dan penguatan yang tepat, industri baja nasional berisiko tergerus oleh serbuan produk impor murah yang dapat mengancam keberlangsungan produksi lokal.
Beberapa langkah strategis yang perlu dilakukan untuk menyelamatkan industri baja nasional:
Proteksi Pasar Domestik
Ancaman dumping produk baja dari China menjadi perhatian serius. Dengan kapasitas produksi China yang mencapai 1,2 miliar ton per tahun, jika pasar Amerika tertutup akibat tarif tinggi, Indonesia berpotensi menjadi target pasar alternatif. Diperlukan regulasi proteksi yang tepat untuk mencegah kolapsnya industri lokal.
Prioritas Penggunaan Produk Lokal
Paradoks terjadi ketika investasi asing masuk Indonesia namun menggunakan baja impor dalam paket proyek mereka, bukan memanfaatkan produk lokal. Kebijakan yang mendorong penggunaan baja nasional dalam proyek-proyek infrastruktur dan investasi baru harus diperkuat melalui regulasi yang lebih ketat.
Peningkatan Kualitas dan Standar
Untuk bersaing di pasar global, industri baja nasional perlu terus meningkatkan kualitas produk dan memenuhi standar internasional. Transformasi menuju produksi baja rendah karbon juga menjadi tuntutan pasar internasional, terutama menghadapi Carbon Border Adjustment Mechanism (CBAM) Uni Eropa yang efektif 2026.