Sebagai negara maritim terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi besar untuk memanfaatkan industri baja nasional dalam mendukung kedaulatan maritim dan pengembangan sektor kelautan. Sinergi antara industri baja dengan sektor maritim dapat menciptakan ekosistem industri yang kuat dan mandiri. Dari pembangunan kapal hingga infrastruktur pelabuhan, kebutuhan akan baja berkualitas tinggi menjadi tulang punggung pengembangan maritim Indonesia yang berkelanjutan.
Kontribusi strategis industri baja untuk kedaulatan maritim meliputi:
Dukungan Industri Galangan Kapal
Industri perkapalan nasional sangat bergantung pada pasokan baja berkualitas untuk pembangunan kapal-kapal niaga, kapal perikanan, hingga kapal patroli. Dengan kapasitas produksi baja nasional yang mencapai 21 juta ton, potensi untuk memenuhi kebutuhan galangan kapal dalam negeri sangat terbuka, mengurangi ketergantungan pada impor material yang dapat meningkatkan biaya produksi.
Pembangunan Infrastruktur Pelabuhan
Pengembangan pelabuhan sebagai gerbang perdagangan maritim memerlukan material baja dalam jumlah besar untuk konstruksi dermaga, crane, dan fasilitas pendukung lainnya. Pemanfaatan produk baja lokal dalam proyek-proyek maritim strategis akan mempercepat pembangunan sekaligus menggerakkan ekonomi domestik.
Eksplorasi Sumber Daya Kelautan
Platform lepas pantai untuk eksplorasi minyak, gas, dan sumber daya laut lainnya membutuhkan struktur baja yang mampu menahan kondisi ekstrem di laut. Industri baja nasional yang kuat akan mendukung kemandirian Indonesia dalam mengeksplorasi dan memanfaatkan kekayaan laut secara optimal, tanpa harus bergantung pada teknologi dan material impor.